Anggaran Dasar

ANGGARAN DASAR

PERGURUAN PENCAK SILAT CAKRA BUANA INDONESIA

KOTA BOGOR

Pasal I

Nama dan Lambang

  1. Organisasi ini bernama Perguruan Pencak Silat Cakra Buana Indonesia (PPS CBI) Kota    Bogor.
  2. Nama organisasi ini diambil berdasarkan prakarsa seseorang dan telah disetujui oleh    para pengurus pusat Perguruan Pencak Silat Cakra Buana Indonesia Kota Bogor.
  3. Organisasi ini mempunyai lambang atau gambar sebuah anak panah berujung senjata   kujang dengan latar belakang bola dunia.
  4. Lambang organisasi ini bersegi lima, mempunyai warna biru, kuning, merah dan    putih.

Pasal II

Penjelasan Makna Nama dan Lambang

  1. Cakra mempunyai arti senjata, berasal dari sebuah pusaka bernama senjata cakra yang hanya digunakan oleh satria sejati apabila dalam keadaan terdesak, terpaksa, bahaya atau tidak ada pilihan lain. Senjata tersebut merupakan senjata pemusnah atau penghancur kejahatan, juga dapat digunakan untuk membuka hijab atau sebagai pembuka tabir sebuah misteri. Buana berarti dunia atau alam semesta (jagat raya).Jadi Cakra Buana artinya adalah senjata dunia, secara spesifik dapat mengandung arti senjata diri, benteng diri, pertahanan atau perisai diri yaitu kedamaian hati (perdamaian). Dalam hal ini bahwa Pencak Silat adalah warisan leluhur nenek moyang bangsa Indonesia dan juga merupakan kebudayaan asli Indonesia dapat menunjukan kehadirannya sebagai perisai bangsa dan negara sehingga Pencak Silat tidak hanya dimiliki, diakui dan berkembang di dalam negeri saja tetapi juga dapat diterima di dunia Internasional.
  2. Gambar anak panah mempunyai suatu makna kecepatan dan ketepatan dalam bertindak. Senjata Kujang merupakan merupakan senjata pusaka yang menjadi ciri khas Jawa Barat, karena perguruan tersebut lahir dan berdiri di Kota Bogor (Jawa Barat). Bola Dunia menggambarkan suatu tempat kehidupan dengan berbagai macam bentuk kegiatannya masing-masing.
    1. Dua Buah Garis Segi Lima melambangkan penghayatan serta pengamalan ajaran Agama (Rukun Islam) dan berjiwa Pancasila (Pancasilais).
    2. Warna Biru melambangkan kesetiaan, ketabahan dan pengabdian. Warna Putih melambangkan kesucian, bersih jasmani dan rohani (lahir serta batin). Warna Kuning melambangkan keluhuran budi pekerti serta kecerdasan. Warna Merah melambangkan keberanian di jalan yang benar.
  1. Dua Buah Bintang mengapit lingkaran warna biru melambangkan tanggal didirikannya PPS CBI Kota Bogor, yaitu tanggal 20 (dua puluh). Titik sebanyak 6 (enam) buah di senjata kujang mengandung arti bulan ke enam, yaitu bulan Juni. Sembilan belas huruf dalam CAKRA BUANA INDONESIA, sembilan garis dalam bola dunia dan tiga warna utama biru, kuning dan merah melambangkan tahun 1993. Bintang yang terdiri dari delapan garis mengandung arti penyebaran atau pengembangan PPS CBI Kota Bogor mengikuti arah delapan penjuru mata angin dan diharapkan agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pasal III

Tempat/Tanggal Didirikan, Peresmian dan Lokasi Sekretariat

  1. Organisasi ini didirikan pada tanggal 20 Juni 1993, bertempat di Jalan Pabaton Kp.                     Anyar Gg. Mesjid No. 63 RT 2/3 Kelurahan Pabaton Kecamatan Kota Bogor Tengah 16121.
  2. PPS CBI Kota Bogor disahkan secara resmi oleh pengurus cabang IPSI Kota Bogor pada tanggal 9 januari 1994 bertempat di Puslitbang Gizi, Jl. Dr. Sumeru No. 63 Bogor.
  3. Sekretariat Organisasi ini (PPS CBI Kota Bogor), yaitu:

2.1.  Menteng Asri, Jalan Medika No. 1 – C, Telp. (0251) 347568 Bogor 16111.

2.2.  Pabaton Kp. Anyar Gg. Mesjid No. 63 RT 02/03 Telp. (0251) 313178 Bogor 16121.

Pasal IV

Azas, Dasar dan Pedoman

  1. Organisasi ini berazaskan Pancasila.
  2. Organisasi ini berdasarkan atas dasar musyawarah, kekeluargaan dan gotong – royong.
  3. Pedoman organisasi ini Al – Qur’anul Karim, Al Hadist, Ijma Ulama dan Qiyas.

Pasal VI

Visi dan Misi

  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mempererat kesatuan dan persatuan.
  3. Memelihara ajaran – ajaran perguruan dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia.
  4. Membina watak ksatria, berwibawa dan bermoral.
  5. Musyawarah dan menegakan disiplin.
  6. Mengamankan serta menjaga tata tertib.
  7. Mencegah dekadensi moral generasi muda terhadap pengaruh kebudayaan luar dengan penuh percaya diri dan ber Pancasilais serta tidak berorientasi terhadap partai politik

Pasal VI

Sumber Dana dan Usaha

  1. Keuangan didapat dari  iuran  anggota yang besarnya ditentukan dengan persyaratan tertentu.
  2. Sumbangan dari para simpatisan atau para donatur Pencak Silat dan hal – hal lain yang bersifat legal dan tidak mengikat.
  3. Usaha dan merealisasikan maksud dan tujuan di atas sebagaimana tertulis dalam pasal V ayat 1 s.d 8.
  4. Melaksanakan segala yang berguna bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya atas dasar kekeluargaan dan gotong – royong.
  5. Saling hormat menghormati dan dapat bekerja sama dengan organisasi lain terutama yang sejenis. Juga dengan aparat serta instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan dan lain sebagainya.

Pasal VII

Pengurus dan Anggota

Kepengurusan Organisasi ini yaitu :

1.1. Dewan Pembina.

1.2. Dewan Pertimbangan.

1.3. Majelis Pakar.

1.4. Komando Kolektif (Kolif).

1.5. Koordinator Bidang (Korbid).

Pengurus berakhir apabila mengajukan pengunduran diri secara resmi, diberhentikan secara hormat maupun tidak hormat atau meninggal dunia.

Yang diterima menjadi angota harus mengisi formulir pendaftaran dan daftar ulang setelah memenuhi persyaratan – persyaratan yang telah ditentukan.

Anggota berhenti apabila mengundurkan diri secara hormat (resmi) dengan menanda tangani surat pengunduran diri, diberhentikan secara hormat maupun tidak hormat atau wafat.

Anggota terdiri dari; Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan.

Pasal VIII

Penjelasan Anggota

  1. Anggota Biasa adalah anggota yang aktif dalam organisasi.
  2. Anggota Luar Biasa adalah para pengurus, pembina, pelatih, simpatisan, penyantun, serta donatur Pencak Silat yang bersimpati dan berpartisipasi terhadap organisasi.
  3. Anggota Kehormatan adalah anggota yang diangkat sebagai pengayom, pelindung, penasehat ataupun sesepuh yang bersimpati kepada organisasi.

Pasal IX

Kawajiban Pengurus dan Anggota

  1. Patuh, setia dan konsekuen terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
  2. Membayar iuran wajib/sukarela yang besarnya ditentukan dalam peraturan khusus.
  3. Menghormati sesama anggota dan mentaati perintah pembina/pengurus.
  4. Menjalani setiap jadual kegiatan belajar dan latihan Pencak Silat dengan penuh disiplin.
  5. Mengadakan/mengikuti Ujian Pembinaan anggota (JIPANG) dalam waktu yang telah ditetapkan untuk acara pelantikan anggota ataupun kenaikan tingkat/jabatan.
  6. Menghadiri suatu  pertemuan ataupun upacara dalam rangka evaluasi kerja dan mengikuti kegiatan biasa maupun kegiatan yang bersifat sakral (Kegiatan Ritual dll).
  7. Menjaga nama baik organisasi dan mengusahakan adanya solidaritas antar anggota keluarga besar seperguruan.
  8. Harus rajin, patuh, setia, jujur, tekun dan sabar/tabah dalam mengikuti segala macam bentuk kegiatan maupun latihan.
  9. Memberi suri teladan kepada anggota baru.

Pasal X

Penutup

  1. Segala ketentuan/peraturan yang tidak tercantum dalam anggaran dasar, akan diatur dalam anggaran rumah tangga atau ketentuan tersendiri dan akan diadakan perubahan apabila suatu saat terdapat kekurangan maupun kekeliruan.
  2. Anggaran dasar ini mulai berlaku sejak disahkan oleh rapat pengurus Perguruan Pencak Silat Cakra Buana Indonesia Kota Bogor.
  3. Disahkan di Bogor pada tanggal 20 Juni 2006.
Comments Off on Anggaran Dasar
%d bloggers like this: