Anggaran Rumah Tangga

ANGGARAN RUMAH TANGGA

PERGURUAN PENCAK SILAT CAKRA BUANA INDONESIA

KOTA BOGOR

Pasal I

Atribut dan Pakaian Seragam

  1. Atribut PPS CBI Kota bogor adalah tanda – tanda khusus yang dinyatakan dalam bentuk lambang bendera dan salam.
  2. Lambang perguruan digunakan pada bendera, kertas surat, stempel, plaket, vandel, badge dan benda – benda lain yang membawa nama dan kehormatan PPS CBI Kota Bogor.
  3. Bendera CBI adalah bendera berdasar warna putih yang berlambang CBI Kota Bogor yang merupakan lambang kehormatan dan kebanggaan PPS CBI.
  4. Salam perguruan adalah cara penghormatan di jajaran PPS CBI Kota Bogor.
  5. Bentuk dan makna atribut sudah diatur dalam anggaran dasar PPS CBI Kota Bogor pasal I dan pasal II.
  6. Pakaian seragam pencak silat yang digunakan berwarna hitam – hitam dengan plat lengan berukuran 2,5 cm sesuai dengan warna sabuk masing – masing.
  7. Anggota luar biasa/kehormatan dapat memakai seragam hitam – putih dengan plat lengan dan sabuk hitam. Hitam-hitam tanpa plat lengan sabuk putih atau oranye hingga merah emas keatas.

Pasal II

Pengurus

  1. Yang berhak menjadi pengurus adalah anggota biasa yang dipilih dalam anggota rapat atau rapat pengurus.
  2. Periode kepengurusan ditentukan selama 5 (lima) tahun.
  3. Kepengurusan dapat dirubah/diganti sewaktu – waktu berdasarkan rapat luar biasa.
  4. Pengurus mengadakan rapat evaluasi minimal dua kali dalam setahun dan menyampaikan laporan pertanggung jawaban setiap satu tahun sekali.
  5. Pengurus memberikan ide/gagasan demi perkembangan dan kemajuan organisasi yang ideal.
  6. Pengurus mengusahakan/mencari sumber – sumber pemasukan dana selain iuran para anggota.
  7. Pengurus memperhatikan kesejahteraan pembina/pelatih serta pembantu kesekretariatan dan para Pesilat yang berprestasi.

Pasal III

Dewan – Dewan Pendukung CBI

  1. Dewan – dewan pendukung pengurus PPS CBI Kota bogor yang sesuai dengan jabatannya yaitu : Cakra Pandita Ratu, Cakra Pandita, Cakra Utama dan Cakra Pratama.
  2. Cakra Pandita Ratu adalah gelar yang diberikan untuk Dewan Pakar, Cakra Pandita untuk Dewan Penyantun, Cakra Utama untuk Dewan Pembina dan Cakra Pratama untuk Dewan Pelatih.
  3. Jabatan kehormatan tertinggi dalam PPS CBI Kota Bogor adalah Cakra Pandita Ratu atau dapat diartikan sebagai Guru Besar ( Pewaris Perguruan ).

Pasal IV

Tugas Serta Tanggung Jawab Dewan Pendukung dan Pengurus

Cakra Pandita Ratu (Dewan Pakar).

1.1. Sebagai Penyelia program Pengurus.

1.2. Mengangkat / menentukan Guru Utama, Guru Muda, Pembina dan Pelatih.

  1. Cakra Pandita Dewan Pertimbangan).

2.1. Sebagai penasehat dan penyantun.

2.2. Pembimbing dan penasehat aspek teknis dan non teknis sesuai dengan keahliannya

masing-masing.

  1. Cakra Utama (Dewan Pembina)

3.1. Mengkoordinir para pelatih dan asisten pelatih.

3.2. Membina pelatih/asisten sesuai keahlian atau jurusannya.

  1. Cakra Pratama (Dewan Pelatih)

4.1. Sebagai Instruktur Pencak Silat sesuai bidangnya masing-masing.

4.2. Menggali potensi pesilat dan membimbing sesuai jurusannya.

  1. Cakra Perdana (Ketua)

5.1. Sebagai penanggungjawab seluruh kegiatan Organisasi.

5.2. Bekerja sama dengan Cakra Setia dan Cakra Prasetia dalam menentukan

kebijaksanaan organisasi.

  1. Cakra Setia (Sekretaris)

6.1. Melaksanakan administrasi kesekretariatan organisasi.

6.2. Menyusun agenda kegiatan.

6.3. Menyampaikan laporan kegiatan.

6.4. Mewakili ketua apabila Cakra Perdana berhalangan.

  1. Cakra Prasetia (Bendahara)

7.1. Melaksanakan dan menertibkan keuangan.

7.2. Mnyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala.

7.3. Menyampaikan laporan keuangan kepada Cakra Perdana/Pengurus.

  1. Cakra Wiyata (Biro Khusus)

8.1. Merancang / melaksanakan penelitian dan pengembangan (Litbang) secara teknis

lain yang berkaitan dengan organisasi atau kepanitiaan maupun keanggotaan.

8.2. Mengkoordinir teknis serta non teknis kepelatihan dan perwasit jurian Pencak Silat.

8.3. Mengamati seluruh aspek yang terkandung dalam pencak silat secara utuh dan

professional serta menempatkannya sesuai dengan potensi atau bidangnya masing –

masing.

8.4. Membuat program kegiatan, mengajukan usul / gagasan dan menyusun anggaran

biaya.

8.5. Menyampaikan laporan kegiatan – kegiatan secara berkala.

  1. Cakra Lelana (Biro Umum)

9.1. Melakukan publikasi secara umum tentang kepengurusan, anggota dan kegiatan

organisasi kepada calon anggota pada khususnya dan masyarakat luas pada

umumnya, baik lisan maupun tulisan melalui media masa, media elektonik dan

sebagainya.

9.2. Mempersiapkan dan menertibkan dokumen-dokumen, baik berupa benda elektronika,

kamera Foto dan lain-lain.

9.3. Menertibkan dan merawat peralatan-peralatan (perlengkapan) serta benda inventaris

milik perguruan / organisasi.

9.4. Membantu kesekretariatan, baik dalam penyampaian surat maupun lainnya.

9.5. Mengajukan ide untuk perkembangan organisasi, menyusun anggaran biaya dan

menyampaikan laporan kegiatan.

Pasal V

Pengurus Cabang

Kegiatan dan Latihan Bela Diri Silat

(KIBLAT)

  1. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab yangberpedoman kepada tugas serta tanggung jawab Dewan Pendukung dan pengurus sebagaimana tertulis dalam pasal IV ayat 1 s/d 9 dalam Anggaran Rumah Tangga
  2. Membuat struktur / bagan dan nama organisasi yang sama dengan pusat dengan penyesuaian untuk cabang masing – masing (PPS CBI KIBLAT….)
  3. Melakukan pembakuan bersama istilah, administrasi dan jurus serta melaksanakan program penerapan ilmu pencak silat yang telah ditetapkan sesuai dengan tingkatannya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) dan Petunjuk Teknis (JUKNIS)
  4. Pembentukan / Pelaksanaan KIBLAT dilandasi atas dasar bentuk kerja sama yang jelas secara tertulis dan ditanda tangani oleh pihak yang berkompeten
  5. Membentuk kelompok / perwakilan dalam melaksanakan tugas tertentu untuk membantu keutuhan di pusat
  6. Memberikan suntuikan dana khusus secara rutin ke pusat sesuai dengan kemampuan, proporsional serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh pengurus cabang / KIBLAT masing – masing
  7. Mengirimkan para pesilat sebagai perwakilan cabang / KIBLAT setempat untuk dipersiapkan menjadi calon Pesilat Inti (PANTI) “Cakra Buana” Indonesia dan wajib menjalani kegiatan dan Latihan Bela Diri Silat (KIBLAT) “Cakra Buana” Indonesia CBI Kota Bogor
  8. Menyampaikan laporan / pemberitahuan ke pusat mengenai perkembangan organisasi beserta segala aktivitasnya secara lisan maupun tertulis
  9. Dapat bekerja sama dengan pengurus KIBLAT / cabang lain dan diketahui oleh pengurus pusat untuk menyelenggarakan berbagai macam bentuk kegiatan

Pasal VI

Syarat – syarat Dasar dan Pokok Ajaran

  1. Melaksanakan ajaran Allah SWT dan menjauhkan larangannya
  2. Harus sopan santun terhadap kedua orang tua
  3. Menghormati Guru dan para Pengurus Organisasi beserta sesama anggota lainnya
  4. Setia dan patuh kepada bimbingan para anggota lama (Senior)
  5. Memahami, menghayati serta mengamalkan Tri Prasetia Pesilat Seluruh Dunia, Prasetia Pesilat Indonesia dan Sumpah Perguruan Pencak Silat “Cakra Buana” Indonesia Kota Bogor
  6. Anggota yang jabatannya / tingkatannya lebih rendah wajib melakukan salam perguruan dengan sikap yang baik kepada anggota yang jabatannya / tingkatannya lebih tinggi. Anggota yang jabatanyya / tingkatannya lebih tinggi wajib membalasnya dengan Salam Perguruan ddan Sikap yang baik
  7. Saling menghargai sesama anggota, silih asah, silih asih, silih asuh dan tidak sombong, takabur, iri, dengki serta sifat – sifat tercela lainnya

Pasal VII

Ujian Pembinaan Anggota (JIPANG)

  1. Melaksakan / mengikuti ujian pembinaan anggota pada waktu yang telah ditetapkan, baik siang maupun malam (Jurit Malam)
  2. Membentuk Panitia Ujian Pembinaan Anggota minimal sebulan sebelum ujian dilakukan
  3. Mengadakan Survei terhadap lokasi / tempat diselenggarakannya JIPANG
  4. Menjalin Koordinasi sekaligus silaturrahmi terhadap aparat atau tokoh – tokoh masyarakat setempat
  5. Melakukan suatu upacara sakral / ritual (do’a selamat) dilokasi ujian

Pasal VIII

Persyaratan Keanggotaan dan Calon Anggota

  1. Harus mentaati pasal IX dalam Anggaran Dasar (AD)
  2. Membayar biya pendaftaran, seragam dll dan mengisi formulir / daftar ulang serta menyerahkan foto ukuran 2×3 (2 buah) dan 3×4 (2 buah) berseragam silat (berwarna)
  3. Mengukuti dan menjalani setiap jadual kegiatan / latihan dengan segala kedisiplinan dan tata tertib yang akan diatur kemudian
  4. Yang berhalangan hadir dalam latihan / pertemuan harus memberitahukan melalui surat yang diketahui oleh orang tua / wali
  5. Yang tidak mengikuti latihan tiga kali berturut – turut tanpa ada berita maka dianggap telah mengundurkan diri secara  tidak terhormat dan diwajibkan menddaftar ulang apabila ingin masuk / aktiv kembali
  6. Tiga bulan berturut – turut tidak membayar iuran wajib / sukarela, maka dianggap indisipliner dan akan dikenakan sanksi administrasi
  7. Melanggar ketentuan / tidak disiplin maupun melakukan penyimpangan peraturan yang tertuang dalam AD / ART, akan dikenakan sanksi yang sesuai dengan jenis atau betuk pelanggarannya
  8. Harus hadir dalam latihan / pertemuan tepat pada waktu yang telah ditentukan dan harus selalu membawa kartu anggota sebagai identitas diri
  9. Mengikuti / mempelajari seluruh aspek yang terkandung dalam Pencaak Silat dam memahami serta mendalami jurusan yang sesuai dengan bakatnya masing – masing
  10. Selalu siap dan siaga dalam latihan dengan berseragam lengkap dengan atributnya termasuk menjalani Training Centre (TC) atau pemusatan latihan dengan penuh disiplin demi meraih prestasi dan prestise Pencak Silat dalam semua katagori yang dipertangdingkan / dilombakan

Pasal IX

Tata Tertib daan Sanksi Anggota

(CAKRA SATRIA)

  1. Datang ketempat laihan 30 menit sebelum kegiatan / latihan dimulai 15 menit untuk persaalinan dan 15 menit untuk pengabsenan
  2. Dilarang meninggalkan kegiatan / tempat latihan tanpa seizin Cakra Utama / Cakra Pratama
  3. Mempelajari, memahami, menguasai dan mengamalkan pelajaran jurus wajib / bebas dan mengikuti pembinaan mental spiritual, baik teori maupun praktek
  4. Membayar iuran wajib / sukarela sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  5. Dilarang merokok dan membawa hal – hal yang dapat mengganggu atau membahayakan dilokasi latihan
  6. Tidak diperkenankan pacaran dan pelecehan seksual lainnya ditempat (lokasi) kegiatan /  latihan
  7. Melakukan upacara / penghormatan umum kepada Cakra Utama / Pratama dipimpin oleh Cakra Satria tertinggi dan berdo’a sebelum / sesudah latihan
  8. Patuh dan hormat kepada Cakra Utama / Cakra Pratama maupun sesama anggota biasa (Cakra Satria)
  9. Apabila melanggar ketentuan yang berlaku sesuai AD / ART serta tata tertib tersebut, maka dikenakan sanksi / hukuman baik berupa fisik maupun non fisik setimpal dengan perbuatannya
  10. Hal – hal lain akan diatur kemudian dalam suatu peraturan khusus

Pasal X

Tingkatan Sabuk / Jabatan Anggota

  1. Anggota Biasa (Cakra Satria)                             : -kuning

: -kuning strip hijau

(Cakra Muda)                              : -hijau

: -hijau strip biru

(Cakra Madya)                            : -biru

: -biru strip coklat

(Cakra Taruna)                            : -coklat

: -coklat strip merah

(Cakra Pratama)                          : -merah

  1. Anggota Luar Biasa (Cakra Utama)                   : -hitam
  2. Anggota Kehormatan(Cakra Pandita)                : -putih

Pasal XI

Penjelasan Makna Sabuk Yang Digunakan

  1. Kuning melambangkan kecerdasan keluhuran budi pekerti, maka setiap anggota dibina agar cerdas dalam segala hal dan berbudi pekerti luhur
  2. Hijau melambangkan perdamaian dan ketentraman, maka setiap anggota yang menyandang sabuk hijau berkewajiban mendamaikan suatu perselisihan yang bersifat negaaif demi menentramkan keadaan
  3. Biru melambangkan ketabahan dan pengabdian, maka setiap anggota yang menyandang sabuk biru berkewajiban untuk tetap tabah dalam menghadapi segala cobaan dan mengabdi terhadap perguruan dengan setulus hati tanpa dipaksakan oleh pihak – pihak lain
  4. Coklat melambangkan kecintaan dan kesetiaan, maka setiap anggota yang menyandang sabuk coklat harus cinta dan setia terhadap Pencak Silat sesuai dengan Sumpah Perguruan
  5. Merah melambangkan keberanian dan keterbukaan, maka setiap anggota yang menyandang sabuk merah harus berani mengembangkan perguruan secara terbuka dengan menggunakan nama organisasi yang sama demi memperat rasa persatuan dan kesatuan
  6. Hitam melambangkan ketenangan dan keabadian / kekekalan, maka setiap anggota yang menyandang sabuk hitam haruslah berjiwa besar dan tenang demi kelangsungan dan ketegaran serta kekekalan perguruan pencak silat
  7. Putih melambangkan kesucian dan keridhoan, maka Anggota Kehormatan harus bersih jasmani dan rohani demi mencapai keridhoan Allah SWT serta berhak menyandang gelar Cakra Pandita Ratu setelah disepakati bersama oleh para Pendekar Utama PPS CBI (Dewan Pakar)

Pasal XII

Penutup

  1. Strip atau tingkatan dari sabuk dapat saja dilalui / dilewati apabila anggota biasa dianggap sudah mampu / menguasai ilmu Silat atau pengetahuan yang telah diberikan
  2. Hal – hal yang tidak tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) ini, akan diatur dalam pelaksanaan harian dengan suatu pengarahan dan akan diadakan suatu perbaikan / perubahan apabila suatu saat terdapat kekurangan ataupun kekeliruan
  3. Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak disahkan oleh Musyawarah Rapat Pengurus Perguruan Pencak Silat “Cakra Buana” Indonesia Kota Bogor
  4. Disahkan Di Bogor pada tanggal 29 Juli 2001
Comments Off on Anggaran Rumah Tangga
%d bloggers like this: